Sabtu, 17 September 2011

untuk nama yang tak terdefinisikan

Diposting oleh Nastiti Eka Bintari di 6:22:00 AM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


Dear mantan kekasih terindahku ..


Hai :)
Apa kabar? Sudah lama banget ya kita ga bertemu dan berkomunikasi. Aku berharap waktu kamu baca surat ini, kamu baik-baik aja. Kamu sehat dan lagi tersenyum bahagia. Aku benar-benar merindukanmu. Merindukan semua yang ada di dirimu. Aku sedang menebak-nebak kamu sedang apa waktu membaca postingan ini.

Sebelumnya, aku mohon maaf menghilang begitu aja darimu. Menjauh dari pandanganmu. Sungguh aku gak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin pergi jauh dari kehidupanmu agar kamu tenang menjalani hidup barumu dengannya. Aku mengalah untuk kebahagianmu. Sekalipun kamu membenciku. Aku ikhlas :')

Banyak yang ingin aku tanyakan padamu. Banyak juga yang ingin aku perjelas kepadamu sebelum kepergianku. Aku hanya ingin mengatakan, aku tidak pernah membencimu. Dendam apalagi. Bagiku, dendam atau benci untuk seseorang yang pernah menjadi bagian dari hidup kita adalah bodoh. Berarti sama aja aku gak menghargai kamu, kenangan tentangmu dan rasa sayangmu dulu. Biarlah marah menjadi marah. Airmata menjadi doa. Di doaku selalu ada kamu. Doa terbaik untukmu yang pernah menjadi yang terbaik untukku.

Bolehkah aku bertanya padamu?
Bertanya mengapa secepat itu kamu mendapatkan penggantiku? jujur aku marah. Aku marah karena aku kecewa. Ini bukan masalah cemburu atas perasaan. Ini masalah kepercayaan. Entahlah.. Hanya kamu dan Tuhan yang tau jawabannya.

Bolehkah aku mengenangmu? Mengenang segala kenangan indah tentang kita? Aku masih mengingat baik kenangan-kenangan itu. Yang kamu tinggalkan dan kamu lupakan..
Aku masih mengingat panggilan kesayangan kita
Aku masih mengingat ketika kamu memeluk erat diriku dan berkata 'jangan pernah tinggalkan aku'
Aku masih mengingat ketika kamu mengeluh kesakitan saat liburan kita di jogja . aku biarkan kamu tidur di pundakku sambil menunggu kereta datang . aku tak peduli orang2 melihat kita berdua
Aku masih mengingat ketika kamu mengirim pesan singkat setiap kali kita merayakan monthversarry dan anniversarry yg isinya doamu untuk hubungan kita . Taukah kamu? Aku mengalami hal & mengisi doa yang sama
Aku masih mengingat ketika aku menangis di pelukmu ketika akan meninggalkanmu  ke solo pada malam itu  . apakah kamu merasakan sakit yg sama malam itu ?
Aku masih mengingat canda tawa senyum bahagia atas rezeki yang kita dapatkan dan bagi bersama
Aku masih mengingat semua tempat kenangan. Kita berdua. Lagu kita. Dan maknanya
Aku masih mengingat senyum, tawa, suara dan harum tubuhmu memelukku
Aku masih mengingat ketakutanmu tentang kehilangan aku dan cerita kita
Aku masih mengingat marahmu, kesalmu, letihpun menghadapiku
Aku masih mengingat khawatirmu, cemasmu untuk ku
Aku masih mengingat setiap isi pesan cinta yang kamu kirimkan untukku
Aku masih mengingat setiap jengkal kenangan tentangmu
Apakah kamu masih ingat. Aku tau. Tentu aja tidak..

Bukan untuk menyakitimu. Tapi mengenangmu menjadi bagian yang paling membuatku nyaman. Taukah kamu? Meminta ku mencari yang lebih baik darimu sesuai mintamu, adalah hal yang mudah. Tapi aku bukan mencari yang terbaik. Aku mencari seseorang yang nyaman. Untukku, hatiku dan kehidupanku. Maaf sampai sekarang aku masih belum bisa menemukannya.

stiap hari aku menjalani hidup tanpamu. Menghilangkan kebiasaan kita adalah hal yang paling sakit dan sulit. Aku terus berusaha bangkit tanpa melupakanmu. Sedikitpun. Bukan karena aku ga mau. Tapi berusaha melakukan sesuatu yang dipaksa itu adalah sia-sia dan hasilnya tidak baik. Jadi, aku menikmatinya. Menikmati kenangan tentangmu dan rasa sakit itu :')

Mantan terindahku..
Di ujung umurku ini aku ingin mengatakan kepadamu. Menyampaikan lewat tulisan singkat ini bahwa aku tidak pernah membencimu. Aku hanya kecewa. Suatu saat kamu pasti akan mengerti bagaimana rasa yang ku rasakan sekarang.
Aku harus jujur padamu, ntahlah. Apakah aku masih merasakan sayang ini atau tidak. Ku akui. MASIH ADA . Tapi aku tidak berusaha menghapusmu. Aku ingin waktu yang menjawab dan berbicara. Karena kamu kenangan terindahku itulah kenapa aku tidak berusaha menghapusmu. Aku ingin kamu tetap menjadi cerita terindahku yang suatu saat aku ceritakan kepada Tuhan ketika aku menemui-Nya.

Ketika kamu mengerti semua yang aku rasakan sekarang, Ketika kamu merasakan sedih dan luka sepertiku,ketika kamu menjadi aku, tolong jangan rapuh. Seperti pesanmu kepadaku dulu.

Jangan menangis. Jangan pernah menangis lagi untuk kisah kita, untuk aku ataupun semua pesanku. Aku berdosa apabila membuatmu menangis. Siapa pun dan bagaimanapun dia yang menggantikanku, aku tau. Dialah yang terbaik untukmu. Aku tidak cemburu kepada dia yang lebih baik dariku karena aku tau itu percuma. Semoga kalian berbahagia. Doa terbaik selalu ku lantunkan untuk kalian :')

WAITING #53 . semoga kamu bahagia bersamanya .
 

you can call me inas or ines. this is my virtual diary, a place to share everything Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea